Gaya Main Beda dan Banyak Pemain Top, Kira-Kira Bagaimana Nasib Pjanic di Barcelona?

http://livedocuments.net/wp-content/uploads/2020/07/1593167564650.jpg

http://livedocuments.net/wp-content/uploads/2020/07/1593167564650.jpg

AGEN BOLA ONLINE  –  Miralem Pjanic bakal memulai petualangan baru musim depan. Di usia yang tidak lagi muda, dia baru saja menuntaskan transfer dari Juventus ke Barcelona.

Transfer ini jelas mengejutkan jika dilihat dari sisi Barca, terlebih karena mereka pun melepas Arthur Melo ke Juve sebagai gantinya. Pjanic sudah 30 tahun, Arthur baru 23 tahun.

Kendati demikian, mereka yang mengenal Pjanic yakin sepenuhnya transfer ini bakal sukses. Seperti yang dikatakan oleh Paolo Rongoni, mantan pelatih fisik Pjanic saat masih membela AS Roma.

Menurutnya, Pjanic tidak akan mengalami banyak kesulitan begitu tiba di Barca musim depan.

Pemain mana pun yang baru tiba di Barca umumnya sedikit kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya bermain Blaugrana yang spesifik. Namun, Rongoni percaya Pjanic tidak akan kerepotan. Justru dia percaya Pjanic bisa mencapai level terbaiknya di Barca nanti.

“Saya tak bisa bicara soal Arthur, tapi Pjanic sudah 30 tahun. Karena profesionalismenya dan kondisi fisiknya, dia masih bisa bermain untuk bertahun-tahun lagi,” ujar Rongoni kepada agen bola online.

BACA JUGA : Chelsea Kumat dan Buat Kesalahan Sendiri, Apa Kata Lampard?

“Lihat saja cara dia mengalirkan bola, tidak seperti banyak pemain lain. Jelas dia punya kualitas yang dibutuhkan untuk klub seperti Barcelona atau klub top lain di dunia.”

“Tekniknya bagus, dia punya visi luar biasa, bisa mengalirkan umpan apik, dan seorang penyihir lewat tendangan bebas. Dia selalu memberikan banyak gol dan assists, dia pemain dewasa,” imbuhnya.

Selain menyesuaikan diri dengan gaya bermain Barcelona yang berbeda, Pjanic pun harus membiasakan diri berada satu ruangan dengan pemain-pemain top sekelas Lionel Messi dan Luis Suarez.

Pjanic memang tidak akan jadi bintang utama di Barca, tapi itu tidak masalah untuk gelandang Bosnia ini.

“Dia adalah atlet dengan kualitas luar biasa. Anda harus ingat bahwa Pjanic bisa berlari sampai 13km per pertandingan. Dia berlatih keras dan hanya ingin berkembang,” sambung Rongoni.

“Dia profesional luar biasa dan dia selalu menjaga diri di dalam dan di luar lapangan. Karena itulah dia tidak banyak menderita cedera otot.”

“Dia pun tidak pernah cemburu terhadap pemain-pemain top yang berada satu ruang ganti dengannya,” tandasnya.