Eksploitasi-Eksploitasi yang Bisa Dilakukan Spanyol kepada Rep. Ceko

Eksploitasi-Eksploitasi yang Bisa Dilakukan Spanyol kepada Rep. Ceko

Agen Judi Bola Online ,Jakarta – Spanyol, sebagai juara bertahan Piala Eropa, bakal melakukan partai perdananya saat malam ini, Senin, 13 Juni 2016, di Stadion Municipal, Toulouse. Mereka bakal hadapi Republik Ceko sebagai lawan pertamanya di rangkaian Group D Piala Eropa 2016.

Butuh digarisbawahi, Republik Ceko sekarang ini tak seperti dahulu, saat scuad mereka masihlah diperkuat oleh pemain-pemain seperti Marek Jankulovski, Karel Poborsky, Pavel Nedved, serta Jan Koller. Walau sekian, dari generasi itu masihlah bercokol beberapa nama seperti Petr Cech, Tomas Sivok, Tomas Rosicky, David Lafata serta yang lain. Ini berarti, beberapa pemain yang menguatkan Republik Ceko pada Piala Eropa 2004 masihlah tersisa dalam scuad mereka sekarang ini.

Pergantian bukanlah hal paling utama dalam scuad Republik Ceko. Sampai saat ini masihlah belum ada pemain yang sefenomenal Nedved serta kolega. Pemain paling muda didalam scuad Republik Ceko sekarang ini yaitu Tomas Koubek serta Ladislav Krejci yang berumur 23 th.. Anggapan menyampaikan kalau pergantian Republik Ceko lambat, tetapi di segi lain berkata kalau mereka memercayakan scuad memiliki pengalaman.

Namun rasa-rasanya kondisi Republik Ceko sekarang ini susah untuk meredam Spanyol. Sebab scuad garapan Vicente del Bosque itu malah lakukan terobosan lain, yakni bangun fondasi baru didalam skuatnya. Memanglah Spanyol sendiri masihlah memercayakan wajah-wajah lama seperti Iker Casillas serta Andres Iniesta, tetapi dari komposisi skuatnya tak serenta Republik Ceko.

Walaupun dengan pemain yg tidak kalah uzur, sekurang-kurangnya Spanyol lebih beri kesegaran skuatnya, yakni dengan memanggil beberapa nama baru seperti Mikel San Jose, Bruno Soriano, Aritz Aduriz serta Nolito. Serta pergantian Spanyol dibebankan pada pemanggilan Sergio Rico serta Hector Bellerin.

Rep. Ceko Mengharapkan Spanyol Mainkan Aritz Aduriz

Cedera Alvaro Morata pada awal Juni ini dapat jadi berita baik untuk Republik Ceko. Mereka mengharapkan cederanya Morata bikin Del Bosque lebih pilih memainkan Aritz Aduriz. Sebab bila Morata yang di turunkan, pertahanan Republik Ceko semakin lebih susah menyeimbanginya.

Argumen itu lantaran Morata lebih muda serta fresh, walaupun permainan Aduritz lebih pas dengan skema serangan Spanyol. Sebab Aduritz lebih prima jadi penahan bola di kotak penalti lawan.

Ia mempunyai kelebihan jadi tembok di lini depan, mengingat postur tubuhnya yang tinggi serta besar. Aduritz juga dapat cetak gol bila memperoleh peluang. Buktinya, ia masihlah subur saat menguatkan klubnya, Athletic Bilbao, atas jumlah 20 gol yang dicetaknya dari 30 pertandingan.

Tetapi bila dilihat dari sisi umur serta kecepatan, Aduritz masihlah dapat ditandingi bek-bek Republik Ceko. Aduritz telah berumur 35 th., serta cuma Marek Suchy saja yang paling fresh diantara bek tengah Republik Ceko yang lain. Sesaat Sivok, Michal Kadlec serta Roman Hubnik telah berkepala tiga. Meski sekian ketenangan serta pengalaman tiga bek itu dapat dihandalkan pada pertandingan kelak.

Gunakan Buruknya Transisi Negatif Rep. Ceko

Baca Juga : Percaya Navas, Zidane Tak Berminat Rekrut De Gea

Permainan Republik Ceko cuma baik dalam satu konsentrasi saja. Bila mereka konsentrasi menyerang, jadi Republik Ceko bakal jadi ancaman yang beresiko untuk lawannya. Sesaat saat bertahan, mereka bakal bikin frustasi penyerang lawannya, terlebih Cech masihlah sigap melindungi gawangnya. Namun dari satu titik konsentrasi itu saja, permainan Republik Ceko berantakan saat coba lakukan hal-hal lain, yakni transisi permainan.

Saat bermain menyerang, mereka jelek saat lakukan transisi bertahan. Demikian halnya demikian sebaliknya, hingga penyerang-penyerang mereka kekurangan supply bola. Walau sebenarnya stock full-back yang dipunyai lebih fresh daripada beberapa bek tengahnya. Tetapi persoalannya yaitu bagaimana lakukan transisi tersebut.

Hal semacam itu dapat diliat dari bebrapa kompetisi uji tanding mereka sebelumnya Piala Eropa 2016. Republik Ceko seringkali kebobolan lantaran terlambatnya transisi bertahan. Sebagian ruangan kosong kerap digunakan serangan lawan untuk dieksploitasi. Kadang-kadang Republik Ceko dapat cuma tersisa tiga bahkan juga dua pemain di lini belakang saat hadapi serangan balik lawan.

Permasalahan itu bukan sekedar lantaran full-back, tetapi gelandang mereka juga kerap lakukan kekeliruan yang sama. Korea Selatan bahkan juga dapat merepotkan pertahanan Republik Ceko lantaran transisi bertahan yang jelek serta Republik Ceko mesti terima kekalahan 1-2 di kandangnya sendiri.

Lini tengah Republik Ceko sekarang ini lebih gampang dieksploitasi lawannya lantaran permasalahan transisi. Sebab pemain-pemain seperti Rosicky serta Plasil telah tak menyanggupi permainan cepat Republik Ceko seperti ciri khasnya. Meski sekian, ke-2 pemain itu masihlah dihandalkan dalam satu konsentrasi permainan Republik Ceko, namun mesti pilih apakah konsentrasi bertahan atau menyerang. Serta pilihan itu mempunyai resikonya semasing.

Pasti Rosicky bakal kesusahan hadapi Sergio Busquets, gelandang bertahan Spanyol. Begitu halnya Plasil yang temani David Pavelka untuk menjembatani pertahanan serta serangan Republik Ceko. Jadi baiknya Vladimir Darida lebih diakui jadi tandem Pavelka daripada Plasil. Sesaat Rosicky masihlah mempunyai sentuhan-sentuhan yang dapat dihandalkan di lini depan. Ia memanglah kalah dari kecepatan, tetapi operan-operan terobosannya masihlah beresiko.

Baca Juga : Wenger Masih Layak Melatih Arsenal Musim Depan

Namun pola di lini tengah Repblik Ceko gampang dihancurkan oleh pressing ketat dari lawan. Mereka kerap kerepotan saat lawan memperlancar pressing agresif. Terlebih beberapa pemain Republik Ceko seringkali lakukan kekeliruan perorangan. Rusia serta Korea Selatan juga dapat cetak gol lantaran memakai kekeliruan perorangan Republik Ceko. Kekeliruan itu dikerjakan lantaran mereka tak kuasa terima pressing ketat dari lawan.

Cuma saja Spanyol tidaklah kesebelasan yang condong mengaplikasikan kiat pressing seperti itu. Jadi dengan garis pertahanan tinggi dibarengi pressing ketat begitu disarankan untuk Spanyol pada pertandingan kelak untuk dapat kuasai lini tengah Republik Ceko. Terlebih Spanyol dipenuhi gelandang-gelandang kreatif seperti Cesc Fabregas, Andreas Iniesta, Thiago Alcantara serta Koke.

Kekeliruan Individu Juga Kerap Berlangsung di Spanyol

Masalah kekeliruan individu, Spanyol juga harus berkaca pada dianya. Mereka juga kerap lakukan kekeliruan individu. Sebenarnya kekuatan individu beberapa pemain Spanyol tak perlu diragukan lagi. Mereka dapat menahan serta kuasai bola dengan baik lewat tindakan dribelnya. Operan-operan mereka juga akurat. Namun bebrapa kekuatan tersebut sebagai bumerang untuk Spanyol.

Sama dengan Republik Ceko, Spanyol juga tak kuasa saat memperoleh pressing ketat untuk beberapa lawannya. Kadang-kadang beberapa pemain Spanyol masihlah lama memainkan bola, hingga salah mengoper bola saat mengoper bola. Pada proses tersebutlah aliran-aliran bola Spanyol mampu dicegat lawan. Namun butuh di ketahui kalau pressing yang dilancarkan pada Spanyol tak dapat memercayakan satu pemain saja. Memerlukan pemain lain yang membayangi penguasaan bola Spanyol dari segi lain. Dapat disebut butuh dua atau tiga pemain untuk melindungi zona kekuasaan bola dari kaki pemain Spanyol.

Pada permasalahan itu, hal yang mengakibatkannya yaitu kolektivitas permainan Spanyol tersebut. Scuad Spanyol sekarang ini ada dalam saat transisi lantaran pergantian yang dikehendaki Del Bosque. Bekas pelatih Real Madrid itu masihlah bongkar-pasang pemain mendekati bergulirnya Liga Eropa 2016. Satu diantaranya tak memanggil Paco Alacacer yang notabene top score mereka sepanjang kwalifikasi. Komposisi pemainnya juga beralih lantaran Daniel Carvajal dicoret dari scuad lantaran cedera.

Baca Juga : Del Bosque Belum Jamin De Gea Jadi Starter

Kolektivitas Spanyol yang masihlah belum padu itu tampak pada pertandingan uji tanding terkahir. Waktu itu Spanyol ditaklukan Georgia dengan score 1-0. Beberapa pemain Georgia sukses memakai beberapa kekeliruan perorangan beberapa pemain Spanyol.

Hal-hal lain yang masihlah jadi perhatian Republik Ceko yaitu lini depan yang belum teruji benar. Terkecuali Morata serta Aduritz, Spanyol mungkin saja bakal mengharapkan besar pada kekuatan penyerang asal Celta Vigo, Nolito, serta penyerang muda Real Madrid, Lucas Vazquez. Tidak ada dari mereka yang mempunyai caps kian lebih 10, paling banyak Morata serta Nolito dengan sembilan caps.