Ditemani Anggota DPRD, Supporter Persipura Datangi Kantor Kemenpora

Ditemani Anggota DPRD, Supporter Persipura Datangi Kantor Kemenpora

Ditemani Anggota DPRD, Supporter Persipura Datangi Kantor Kemenpora

Ditemani Anggota DPRD, Supporter Persipura Datangi Kantor Kemenpora

Taruhan Bola, Jakarta – Perwakilan supporter Persipura berbarengan anggota Komisi IV serta V DPR Propinsi Papua mendatangi Kementerian Pemuda serta Berolahraga untuk mempertanyakan masalah batalnya kompetisi Piala AFC pada tim mereka dengan Pahang FA.

Perwakilan dari Persipura tiba di Kantor Kemenpora hari ini, Kamis (28/5/2015), jam 12. 30 WIB. Awalannya yang datang yaitu Jack Komboy (Komisi IV DPR Propinsi Papua) serta Yan P Mandenas (Komisi V DPR Propinsi Papua).

Tak lama berselang, perwakilan dari Persipura Mania juga di tempat yang sama. Ada seputar enam orang yang ada di Kantor Kemenpora serta meminta untuk dipertemukan dengan Menpora Imam Nahrawi serta juru bicara Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, dan BOPI. Tetapi, Menpora tengah ada di Bali.

Pihak keamanan serta sisi info telah menuturkan Menpora tak ada ditempat. Sontak, seseorang Persipuramania tetiba geram-marah sambil memanggil-manggil serta mencari Menteri serta Gatot.

Pihak keamanan yang berusaha untuk menentramkan tidak digubris sekalipun. Untungnya dari pihak DPRD menarik mundur wakil supporter itu. Selang beberapa saat datang sekretaris tim Rocky Babena dan media officer dari Persipura.

Tetapi sayang, waktu situasi mulai kondusif, beberapa supporter lain segera mengamuk di Kantor Kemenpora. Tidak cuma keluarkan nada serta perkataan yg tidak layak, mereka juga berlaku kurang sopan dengan mengakibatkan kerusakan sarana dari Kemenpora. Mereka datang menendang-nendang tong sampah yang ada di tepi lift.

Sesudah lebih kurang satu jam menanti, perwakilan dari Kemenpora datang, disusul oleh BOPI.

“Tujuan kami datang kemari yaitu meneruskan masukan yang tempo hari di sampaikan oleh penggemar Persipura serta Persipuramania yang datang ke DPR Papua untuk mengemukakan, bahwa kita harus action. Lantaran dengan batalnya Persipura di moment AFC itu jadi duka yang besar buat Persipura, ” kata Jack, menyoal maksudnya mendatangi Kantor Kemenpora.

“Kami juga meminta supaya ada kepastian pertandingan kompetisi Persipura dengan Pahang FA dapat di gelar lagi. Tersebut yang disuruh oleh orang-orang Papua. Kami juga meminta pemerintah bertanggungjawab serta mengonfirmasi pada kami hingga kami dapat mengemukakan hal semacam ini pada orang-orang Papua. Lantaran saat ini yang pasti, dengan batalnya di AFC kondisi cukup panas. Lantaran orang di Papua, Persipura berasumsi ini harga diri mereka. ”

Hingga sekarang ini komunikasi pada BOPI, Kemenpora, dengan media officer Persipura Bento Madubun serta Sekretaris tim persipura Rocky Babena, masih tetap berjalan di Kantor Kemenpora.

‘Tuduhan ke BOPI salah alamat’

Pada awal mulanya BOPI telah menuturkan urutan peristiwa itu. Pada hari Jumat, 22 Mei, jam 16. 00 WIB, mereka terima e-mail dari Persipura yang meminta referensi kompetisi, termasuk juga berkenaan visa on arrival pada beberapa pemain asing Pahang FA. Surat itu datang ke kantor BOPI empat hari saat sebelum hari kompetisi, atau dua hari saat sebelum Pahang dijadwalkan terbang ke Indonesia.

Tak hingga 24 jam lalu, pada besoknya (Sabtu) BOPI kirim lewat e-mail keperluan yang disuruh Persipura itu. Tetapi, terakhir di ketahui Pahang FA tak dapat menembus imigrasi di bandara Sokearno-Hatta pada Sabtu malam. Tiga pemain asing mereka tak memperoleh visa on arrival, lantaran Jamaika, Pakistan, serta Nigeria, tak mempunyai kesepakatan dengan Indonesia untuk visa type itu.

Pahang FA menyalahkan PSSI lantaran mereka diberitahu bakal memperoleh jaminan visa on arrival. Dalam surat balasannya tertanggal 21 Mei, club Malaysia itu juga meminta pihak PSSI menjemput mereka di bandara Soeta, kalau-kalau ada permasalahan di imigrasi.

Sekretaris Pahang FA, Fuzeimi Ibrahim mengakui dijanjikan seluruhnya keperluan berkenaan visa itu bakal diurus dengan memakai service visa on arrival di bandara.

” Namun kenyataannya, beberapa pemain kami dilewatkan terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta pihak Pahang FA pada akhirnya mengambil keputusan untuk kembali ke Malaysia, ” kata Ibrahim seperti diambil dari Fox Sports Asia.

BOPI juga menyatakan, pihaknya cuma berwenang keluarkan surat referensi — sejenis ” surat sponsor ” untuk kepentingan di imigrasi. Sedang visa yaitu masalah ditjen imigrasi serta mengaturnya yaitu di kedutaan besar negara yang dituju.

Baca Juga : Jack Wilshere Sakit Hati Bila Dilego Arsenal

” Misalnya begini : ada orang asing mau menghadiri seminar di negara lain, jadi mereka bakal disuruh surat (sponsor) info seminar itu. Itu umumnya untuk melengkapi pengurusan visa. Nah, surat BOPI itu ya karenanya. Bila visa ya urusnya di kedubes. Pahang FA pasti tahu masalah prosedur standard itu. Mereka juga harusnya tahu, ada 3 pemain mereka yang negaranya tak mempunyai kesepakatan visa on arrival dengan pemerintah Indonesia. Lantas mengapa ada yang menyalahkan kami? ” tutur Sekjen BOPI Heru Nugroho.